Heyho, welcome to my new blog. I want to discuss or give an info about health.
Pertama saya mau jelasin secara tentang darah dulu, karena nantinya akan berhubungan dengan penyakit yang akan saya bahas. Menurut kalian darah itu seberapa penting sih bagi kita? Mungkin malah salah satu komponen tubuh ini tidak terlalu diperhatikan kecuali kalau kita lagi sakit. Yah ga beda jauh lah sifatnya sama air, klo lagi haus banget baru nyari-nyari, atau klo lagi musim kemarau baru ngerasa penting betapa artinya air itu.
Makanya terkadang kita ga peduli tentang darah, gimana sirkulasinya atau darah kita aneh atau engga. Dan penyakit yang paling mahal itu yang agak susah itu ya penyakit darah.
Apa saja sih penyakit darah yang kalian tahu? Hipertensi, hipotensi, leukimia, hemofilia, anemia. Kurang lebih itu kan? Tapi ternyata ada banyak jenis penyakit darah. Sebelumnya saya tidak tahu adanya dokter darah atau dalam bahasa kedokteran dokter hematologi. Biasanya dokter hematologi ini bergabung dengan ilmu onkologi. Onkologi adalah sub-bidang medis yang mempelajari dan merawat kanker. Makanya tidak jarang di berbagai rumah sakit tidak ada tulisan dokter spesialis hematologi, melainkan onkologi. Meskipun dokter yang memiliki gelar KHOM mempelajari ilmu tentang darah juga, tetapi jarang yang benar-benar mendalami tentang darah, biasanya lebih ke kanker.
Salah satu penyakit darah yang mungkin sekarang sedikit banyak jadi sorotan, yaitu penyakit APS. Bisa juga disebut ACA ataupun Sindrome Hughes.
Apa sih penyakit APS itu? Penyakit APS ialah suatu penyakit dengan kelainan suatu komponen darah yang menyebabkan darah cepat mengental. Sebenarnya istilah kedokterannya mungkin bukan APS ya, entah apa namanya. Salah satu cara mendeteksi apakah kita terkena penyakit APS adalah dengan tes darah ACA. ACA merupakan singkatan dari Anticardiolipin Antibody, yang merupakan suatu protein dalam darah yang membuat tubuh membentuk reaksi kekebalan hingga terjadi APS (Antiphospholid Syndrome). Keliatannya penyakit ini berlawanan dengan hemofilia ya? Dimana kalau hemofilia itu, darahnya sukar membeku sehingga jika kita terluka akan mengalami pendarahan terus menerus. Sedangkan untuk APS ini ada protein darah yang menyebabkan darah menjadi lebih cepat beku atau kental daripada darah orang normal pada umumnya.
Kenapa bisa? Oke, saya akan ngutip penjelasannya dari blog orang yah soalnya saya sendiri bukan orang kesehatan, jadi ga gitu ngerti. Berikut penjelasannya.
Apa yang menyebabkan pembekuan darah secara tidak wajar itu bisa terjadi? Dugaan sementara menyebutkan bahwa antifosfolipid antibodi menurunkan kadar annexin V-salah satu jenis protein yang berikatan dengan fosfolipid dan memiliki kemampuan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah. Menurunnya kadar annexin V tersebut menyebabkan terjadinya bekuan darah atau trombosis.
Penyebab dari sindrom APS belum dapat diketahui dengan pasti. Seperti penyakit lain, keturunan atau genetik adalah salah satu faktor yang disebut-sebut sebagai penyebab sindrom ini. Selain itu, ada banyak dugaan diantaranya alergi obat-obatan, kanker, dan infeksi virus atau bakteri.
Ya jadinya hampir mirip sama kanker kali ya. Dimana gen bisa menjadi salah satu pengaruh besar untuk kita mengidap penyakit ini. Faktor makanan juga bisa kali ya. Makanan Fast Food, Junk Food, dan makanan dengan menggunakan vetsin atau bahan penyedap rasa bisa menjadi salah satu pemicu. Terlebih jika kita jarang mengkonsumsi sayur dan buah, juga melakukan olahraga.
Bagaimana gejala-gejala untuk mengetahui apakah kita mengidap penyakit ini atau tidak ? Duh sebenernya gejalanya ada banyak, dan ga semua pasien mempunyai gejala yang sama. Tapi kurang lebih ada beberapa yang sama, sehingga kita bisa ambil secara garis besarnya. Disini saya akan menjelaskan, tapi jangan langsung menduga-duga ya. Seperti yang saya bilang tadi ga semua pasien mempunyai gejala yang sama, dan kalau hampir semua gejala itu kita pernah merasakannya jangan langsung drop, tapi harus langsung konsultasi ke dokter untuk menanyakan kebenarannya
Gejala-gejala penyakit APS sebagai berikut.
- Sering merasakan sakit kepala, pusing, migrain secara tiba-tiba
- Kram atau kesemutan di kaki atau tangan
- Tekanan darah sering naik atau turun tiba-tiba
- Pegal-pegal di daerah bahu, leher, punggung, atau persendian
- Pandangan berkunang-kunang
- Daya ingat menurun atau sering susah fokus
- Sesak nafas
- Telinga sering mendengung atau tuli mendadak
Bagi perempuan yang sudah menikah, ada gejala tambahannya.
- Pernah beberapa kali mengalami keguguran
- Infertilitas primer
- Janin meninggal dalam kandungan
- Preeklamsia
Apa sih akibatnya jika kita mengidap penyakit ini? Ya seperti yang saya sebutkan diatas, ada gejala yang menjadi salah satu akibatnya, yaitu susah hamil dan akan mengalami keguguran. Akibat yang lain ya seperti penurunan daya ingat, sering cepat merasa lelah, dan jika sudah parah bisa mengalami stroke, kelainan jantung, bahkan sampai meninggal di usia dini (muda). Tapi ada akibat lainnya juga yang mungkin ga dialami semua pasien APS ini, seperti kebutaan sementara. Tidak percaya? Tapi saya benar-benar pernah menemukannya. Menyedihkan yah :(
Selain itu, tanda-tanda penyakit APS ini terkadang menyerupai penyakit lupus, karena beberapa tes darahnya juga ada yang hampir sama. Bahkan ada pasien APS yang lama tidak kontrol lalu berkembang menjadi penyakit lupus. Menurut salah satu dokter hematologi onkologi, tidak semua orang penyakit lupus itu mempunyai APS, tapi bisa jadi penyakit APS berkembang menjadi lupus.
Bagaimana cara mendeteksinya? Ya pertama kalau 90% dari gejala yang saya sebutkan tadi kamu mengalaminya, kamu harus menemui dokter hematologi. Dimana bisa mencari dokter hematologi ? Memang jarang sih dokter dengan spesialisasi ini, tapi ada beberapa rumah sakit yang bisa kamu datangi untuk konsultasi. Yang saya tahu ada RS PGI Cikini dan RSCM. Biasanya habis konsultasi dengan dokter, kita disuruh melakukan beberapa kali test darah, dan kalian harus tahu sekali test darah itu mahal bangeeet :( Makanya sebisa mungkin tetap sehat jangan sampai sakit.
Lalu, bagaimana sikap kita jika kita benar-benar mengidap penyakit ini? Pertama biasanya sih dokter menyarankan untuk kontrol rutin, bisa seminggu sekali atau sebulan dua kali. Kalau sudah lebih baik, jarak kontrolnya juga semakin jauh. Kedua, rutin minum obat yang dikasih. Memang banyak, bukan hanya banyak jumlahnya, banyak jenisnya dan sering diminum juga untuk aturan pemakaian obatnya. Sedangkan untuk ibu hamil ada perlakuan khusus, selain sering kontrol dan minum obat, dokter juga biasanya memberikan suntikan, dan mengajari kita menyuntik sendiri. Kenapa ? Karena kan ga mungkin setiap hari dokternya harus datang kerumah kita untuk suntik. Suntikan ini gunanya untuk mengencerkan darah, agar pasokan makanan ke janin tidak terganggu dan janin bisa tetap bernapas.
Untuk perempuan, kalau kita sudah tahu mengidap APS dan mau hamil, sebaiknya kita konsul ke dokter hematologi dulu jadi sudah sedia payung sebelum hujan.
Apa ada pantangan makanan untuk penderita APS ? Sebenarnya sih ga ada, cuma setau saya jangan terlalu banyak makan toge dan brokoli hijau. Mungkin anak Pangan ada yang bisa menjelaskan kenapa kedua makanan tsb berpengaruh terhadap kekentalan darah?
Jika kamu masih muda dan penderita APS, jangan takut dan putus asa, terlebih jika kamu seorang perempuan. Karena penyakit ini bisa sembuh kok, asal kita rutin kontrol dan minum obat. Kenapa saya menulis post tentang ini? Karena menurut beberapa artikel yang saya baca, penderita APS sekarang tidak hanya ibu hamil dan para lansia, melainkan juga para remaja. Jadi setidaknya kita harus aware dengan kesehatan kita, apalagi darah merupakan komponen penting dalam tubuh kita. Tapi memang sehat itu lebih baik daripada sakit.
Mens sana in corpore sano
* nb source from :
- http://9monthsmagazine.blogspot.co.id/2009/10/mengenal-penyakit-aca-pada-ibu-hamil.html
- https://myalter.wordpress.com/hasil-ketikan/aca-jangan-putus-asa/
No comments:
Post a Comment